pembagian kalam:
واقسا مه سلاسة اسم و فعل وحرف جاأ لمعنى
Artinya:
pembagiam kalam itu ada tiga(3) yaitu: kalimat isim, kalimat fi'il, dan kalimat huruf yang mempunyai arti/ma'na.
Kalam itu dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Kalimat isim (kata benda)
2. Kalimat fi'il (kata kerja)
3. Kalimat huruf yang mempunyai arti/ma'na.
A -Arti kalimat Isim (kata benda)
الاسم هو كلمة دلت على معنى في نفسها ولم تقترن بزمان وضع
Artinya:
Kalimat isim ialah kalimat yang menunjukan arti/ma'na pada dirinya sendiri dan tidak disertai dengan pengertian zaman.
Artinya kalimat tersebut mempunyai arti dan tidak berhubungan dengan waktu tidak sedang, telah, atau akan.
contohnya:
-الكرة=Bola
-رجل =orang lelaki
-بيت =Rumah
dari masing-masing contoh di atas ini mempunyai arti pada dirinya sendiri dan tidak memerlukan waktu seperti besok, lusa, atau sekarang.
B -Arti kalimat Fi'il (kata kerja)
الفعل هو كلمة دلت على معنى في نفسها واقترنت بزمان وضع
Artinya:
kalimat fi'il ialah kalimat yang menunjukan makna/arti pada dirinya sendiri dan disertai dengan pengertian zaman seperti sudah, akan, sedang.
Jadi singkatnya ialah kalimat fi'il itu kalimat yang menunjukan pekerjaan atau kata kerja. Dan kalimat kerja itu kalimat yang membutuhkan waktu baik itu waktu sekarang, dan waktu lampau atau waktu yang akan datang.
Contohnya:
-ادهب(idhaba)= pergilah kau.
-يحرج(yahruju)= akan keluar.
-ضرب(dhoroba)=telah memukul.
Pergilah kau adalah kalimat perintah dimana pekerjaan belum dikerjakan. Baru setelah mendengar perintah itu, baru pergi. Maka waktunya adalah waktu akan datang (istiqbal) sedangkan contoh yang ke dua ialah mempunyai dua waktu yaitu akan, dan sedang. Jadi akan keluar atau sedang keluar. Contoh yang ketiga mempunyai waktu telah lampau. Memukul bertarti telah memukul.
C -Arti kalimat haraf
الحرف هو كلمة دلت على معنى في غيرها
Artinya:
Kalimat huruf ialah kalimat yang menunjukan arti pada yang lain. Maksudnya ialah kalimat huruf itu baru bisa dimengerti arti dan maknanya, apabila kalimat itu disambung de-ngan kalimat lain.
-من {min}= dari -لن {lan} = tidak
-لم {lam} = tidak
-ال {ila} = ke
dilihat dari arti huruf-huruf di atas memang benar ada artinya yaitu dari, tidak dan ke. Tetapi itu semua baru bisa dimengerti artinya, kalau disambung dengan kalimat yang lain. Seperti min, artinya dari. Kalau ada orang berbicara "dari" itu kita yang mendengar akan bingung, belum bisa mengerti maksudnya. Tetapi kalau sudah disambung dengan kalimat lain,misalnya "saya dari pasar",maka baru pendengar mengerti maksudnya.
Jumat, 15 April 2011
Rabu, 13 April 2011
Do'a Tolak Bala
DO'A Tolak Bala
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم بارك لنا فى العمر والعمل والإيمان والشهادة والسلامة والإسلام.
اللهم بعد نا من المشرق والمغرب
اللهم بعد نا من شرالسلطان الظالمين الكافرين الهالكين
اللهم عا فنا من جميع البلإ والبلية ومن شرالإ نس والجن والشياطين ببركة سيد المرسلين والملائكة المقربين والشهدآ والصا لحين
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم اجمعين آمين .
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم بارك لنا فى العمر والعمل والإيمان والشهادة والسلامة والإسلام.
اللهم بعد نا من المشرق والمغرب
اللهم بعد نا من شرالسلطان الظالمين الكافرين الهالكين
اللهم عا فنا من جميع البلإ والبلية ومن شرالإ نس والجن والشياطين ببركة سيد المرسلين والملائكة المقربين والشهدآ والصا لحين
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم اجمعين آمين .
Minggu, 10 April 2011
HADITS TENTANG 73 GOLONGAN
HADITS TENTANG 73 GOLONGAN
Saya pernah mendengar sebuah hadits yang berbunyi,"Akan berpecah-belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan - 72 diantaranya akan masuk neraka dan hanya satu yang masuk surga, yaitu Ahl as-sunnah wa al-jama'ah." Siapa saja 72 golongan itu dan siapakah Ahl as-Sunnah wa al-jama'ah?
......R.M. Harsono
Hadits yang Anda tanyakan ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan beberapa ulama hadits lain-nya, yang bersumber dari beberapa orang sahabat Nabi, yakni Abu Hurairah, Mu'awiyah, 'Abdul bin 'Umar, dan sebagainya. Redaksi riwayat-riwayat itu berbeda. Akan tetapi, semuanya menginformasikan bahwa umat Nabi Muhammad saw, akan berkelompok-kelompok sehingga mencapai lebih dari tujuh puluh golongan. Dalam berbagai riwayat itu, ada rangkaian perawi yang lemah (dha'if) dan ada juga yang dapat dipertanggungjawabkan (hasan dan shahih).
Dahulu, para ulama memberi perhatian yang amat besar pada kandungan hadits itu. Sayangnya, kebanyakan mereka mengklaim bahwa kelompok atau golongannya sajalah yang benar, selamat, dan akan masuk surga, sementara kelompok atau golongan lainnya sesat.
Syaikh Muhammad 'Abduh (1849-1905), seorang ulama Mesir ternama, adalah salah seorang yang dapat dinilai cukup objektif dalam memahami hadits itu. Pendapatnya ini dikutip secara panjang lebar oleh muridnya, Rasyid Ridha, dalam Tafsir al-Manar, ketika menafsirkan surah al-An'am ayat 159.
Tidak dapat di sangkal bahwa umat islam telah berkelompok-kelompok, tak jadi soal apakah jumlahnya sudah mencapai 73 kelompok atau belum. Tidak diragukan juga bahwa yang selamat diantara mereka hanyalah satu kelompok. Sebab, kebenaran hanya satu, yakni yang sesuai dengan ajaran Nabi saw, dan sahabat-sahabat beliau. Demikian pandangan Muhammad 'Abduh. Tetapi, menentukan siapa yang satu kelompok ini tidaklah mudah.
Menurut 'Abduh, seseorang bisa saja mengatakan:
{1} kelompok yang satu dan sesuai dengan ajaran Nabi saw ini sudah pernah ada, tetapi kini telah punah, sehingga semua kelompok yang ada sekarang ini tidak akan selamat.
{2} kelompok-kelompok umat islam boleh jadi belum mencapai jumlah 73 hingga dewasa ini (karena beberapa kelompok dapat digabung menjadi satu).
{3} kelompok yang satu dan selamat ini boleh jadi belum lahir sampai sekarang, tetapi akan lahir dimasa mendatang.
{4} semua kelompok umat islam yang ada sekarang ini boleh jadi akan selamat semuanya, karena-walaupun kelihatannya berkelompok-kelompok-mereka pada hakikatnya adalah satu. Bukankah semua kelompok umat islam mengakui prinsip-prinsip pokok keislaman (ushul ad-din) yang diajarkan Nabi saw. Seperti keesaan Allah, kenabian, dan kepastian adanya Hari kebangkitan. Perbedaan yang ada di antara berbagai kelompok semuanya berkaitan dengan hal-hal yang tidak diketahui secara pasti. Seandainya hal-hal itu bersifat pasti, maka dapat dipastikan pula bahwa perbedaan tidak akan terjadi. Demikian pandangan Syaikh Muhammad 'Abduh. Agaknya, pendapat inilah yang wajar diterima. Karena itu, semua kelompok dapat ditilai sebagai komunitas Muslim selama mereka tidak menolak sesuatu yang bersifat pasti dari Rasulullah, baik al-Qur'an maupun sunah Nabi.
Dalam bukunya yang berjudul at-Tafkir al-Falsafi fi al-Islam, Prof. Dr. 'Abd al-Halim Mahmud menulis bahwa hadits yang berbicara tentang 73 kelompok itu tidak diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim. Hal ini amatlah menenangkan hati. Sebab, ada sebagian riwayat yang menyatakan bahwa Nabi bersabda, "Akan berkelompok-berkelompok umatku hingga mencapai tujuh puluh sekian kelompok. Semuanya masuk surga, kecuali satu kelompok." Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu an-Najjar dan dinilai sahih oleh al-Hakim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ad-Daylami, redaksinya berbunyi demikian:"yang binasa hanyalah satu kelompok."
di kutip dari makalah forum diskusi kampus Asyafi'iyah wslm. fadil
Saya pernah mendengar sebuah hadits yang berbunyi,"Akan berpecah-belah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan - 72 diantaranya akan masuk neraka dan hanya satu yang masuk surga, yaitu Ahl as-sunnah wa al-jama'ah." Siapa saja 72 golongan itu dan siapakah Ahl as-Sunnah wa al-jama'ah?
......R.M. Harsono
Hadits yang Anda tanyakan ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan beberapa ulama hadits lain-nya, yang bersumber dari beberapa orang sahabat Nabi, yakni Abu Hurairah, Mu'awiyah, 'Abdul bin 'Umar, dan sebagainya. Redaksi riwayat-riwayat itu berbeda. Akan tetapi, semuanya menginformasikan bahwa umat Nabi Muhammad saw, akan berkelompok-kelompok sehingga mencapai lebih dari tujuh puluh golongan. Dalam berbagai riwayat itu, ada rangkaian perawi yang lemah (dha'if) dan ada juga yang dapat dipertanggungjawabkan (hasan dan shahih).
Dahulu, para ulama memberi perhatian yang amat besar pada kandungan hadits itu. Sayangnya, kebanyakan mereka mengklaim bahwa kelompok atau golongannya sajalah yang benar, selamat, dan akan masuk surga, sementara kelompok atau golongan lainnya sesat.
Syaikh Muhammad 'Abduh (1849-1905), seorang ulama Mesir ternama, adalah salah seorang yang dapat dinilai cukup objektif dalam memahami hadits itu. Pendapatnya ini dikutip secara panjang lebar oleh muridnya, Rasyid Ridha, dalam Tafsir al-Manar, ketika menafsirkan surah al-An'am ayat 159.
Tidak dapat di sangkal bahwa umat islam telah berkelompok-kelompok, tak jadi soal apakah jumlahnya sudah mencapai 73 kelompok atau belum. Tidak diragukan juga bahwa yang selamat diantara mereka hanyalah satu kelompok. Sebab, kebenaran hanya satu, yakni yang sesuai dengan ajaran Nabi saw, dan sahabat-sahabat beliau. Demikian pandangan Muhammad 'Abduh. Tetapi, menentukan siapa yang satu kelompok ini tidaklah mudah.
Menurut 'Abduh, seseorang bisa saja mengatakan:
{1} kelompok yang satu dan sesuai dengan ajaran Nabi saw ini sudah pernah ada, tetapi kini telah punah, sehingga semua kelompok yang ada sekarang ini tidak akan selamat.
{2} kelompok-kelompok umat islam boleh jadi belum mencapai jumlah 73 hingga dewasa ini (karena beberapa kelompok dapat digabung menjadi satu).
{3} kelompok yang satu dan selamat ini boleh jadi belum lahir sampai sekarang, tetapi akan lahir dimasa mendatang.
{4} semua kelompok umat islam yang ada sekarang ini boleh jadi akan selamat semuanya, karena-walaupun kelihatannya berkelompok-kelompok-mereka pada hakikatnya adalah satu. Bukankah semua kelompok umat islam mengakui prinsip-prinsip pokok keislaman (ushul ad-din) yang diajarkan Nabi saw. Seperti keesaan Allah, kenabian, dan kepastian adanya Hari kebangkitan. Perbedaan yang ada di antara berbagai kelompok semuanya berkaitan dengan hal-hal yang tidak diketahui secara pasti. Seandainya hal-hal itu bersifat pasti, maka dapat dipastikan pula bahwa perbedaan tidak akan terjadi. Demikian pandangan Syaikh Muhammad 'Abduh. Agaknya, pendapat inilah yang wajar diterima. Karena itu, semua kelompok dapat ditilai sebagai komunitas Muslim selama mereka tidak menolak sesuatu yang bersifat pasti dari Rasulullah, baik al-Qur'an maupun sunah Nabi.
Dalam bukunya yang berjudul at-Tafkir al-Falsafi fi al-Islam, Prof. Dr. 'Abd al-Halim Mahmud menulis bahwa hadits yang berbicara tentang 73 kelompok itu tidak diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim. Hal ini amatlah menenangkan hati. Sebab, ada sebagian riwayat yang menyatakan bahwa Nabi bersabda, "Akan berkelompok-berkelompok umatku hingga mencapai tujuh puluh sekian kelompok. Semuanya masuk surga, kecuali satu kelompok." Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu an-Najjar dan dinilai sahih oleh al-Hakim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ad-Daylami, redaksinya berbunyi demikian:"yang binasa hanyalah satu kelompok."
di kutip dari makalah forum diskusi kampus Asyafi'iyah wslm. fadil
Sabtu, 09 April 2011
Jurumiyah bab kalam
بسم الله الرحمن الرحيم
الكلام هواللفظ المركب المفيد بالوضع.
Kalam ialah yang diucapkan yang disusunkan yang memberi faidah dengan memakai bahasa 'arab.
Maksudnya,kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaidah bagi orang yang mendengar atau yang diajak bicara.
Kalam menurut istilah para ahli ilmu Nahwu, ialah harus memenuhi empat syarat,yaitu:
1.اللفظ
فاللفظ هوالصوت المشتمل على بعض الحروف الهجا ئية
lafazh adalah suara ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyah
seperti lafazhزيد {Zaid}. Sesungguhnya lafazh Zaid adalah suara ucapan yang mengandung huruf Za,Ya dan Dal. Bila ucapan tidak mengandung sebagian huruf hijaiyah, seperti suara
genderang{termasuk pula suara Ayam,beduk,kaleng,petir,mesin,dan sebagainya}, maka tidak dinamakan lafazh. Dan ada pula sesuatu yang berfaidah namun menurut para ahli ilmu nahwu tidak di golongkan lafazh, seperti isyaroh,tulisan,surat keterangan dan bendera.
2.المركب
والمركب ماتركب من كلمتين فاكثر.
"Murokab adalah ucapan yang tersusun dari dua kalimat atau lebih"
seperti قام زيد {ki Zaid telah berdiri} زيدقائم {ki Zaid telah berdiri}
kedua contoh ini maksudnya sama tetapi susunannya berbeda. Contoh pertama terdiri dari fi'il dan fa'il dan setiap fa'il pasti dirofa'kan. Contoh kedua terdiri dari mubtada dan khabar. Setiap mubtada, pasti dirofa'kan karena menjadi permulaan bicara dan setiap khabar juga dirofa'kan karena mengikuti mubtada. {masalah mubtada dan khabar dijelaskan dalam bab tersendiri}.
3.المفيد
والمفيد ما افاد فائدة يحسن السكوت عليها من المتكلم والسامع.
Mufid adalah ungkafan yang memberikan pemahaman sehingga pembicara dan pendengarnya merasa puas.
seperti قام زيد {ki Zaid telah berdiri} زيدقائم {ki Zaid telah berdiri}
sesungguhnya kedua contoh ini memberikan pemahaman yang membuat pendengarnya perasa puas. Yaitu kepuasan mengenai berita berdirinya ki Zaid, karena pendengar ketika mendengar hal itu tidak menunggu lagi sesuatu lainnya yang menjadikan sempurnanya kalam dan pembicaranya sendiri merasa puas.
4.الوضع
{ mengandung arti, pengertian, maksud dan tujuan}.
Mengenai pengertian Wadla' ini ada dua penafsiran. Sebagian ahli ilmu nahwu menafsiri dengan{القصد=tujuan}.
Maksudnya adalah ucapan itu jelas yang di tuju, bukan sekedar ucapan. Karena itu ucapan yang tidak jelas tujuannya tidak termasuk wadla' seperti ucapan orang yng lagi tidur(mengigau) dll.
Sebagian lainnya menafsiri dengan{العربى=bahasa Arab}. Maksudnya harus berbahasa Arab. Ucapan yang bukan bahasa Arab {Ajam}, seperti bahasa turki, barbar, jerman, indonesia, jawa dll, menurut para ahli ilmu Nahwu tidak termasuk wadla' berarti juga tidak bisa disebut kalam.
Alhamdulilah bab awal dari kitab juru miyyah tentang pengertian kalam udah usai nanti di sambung lagi di posting berikutnya di bab yang selanjutnya...wslm fadil
الكلام هواللفظ المركب المفيد بالوضع.
Kalam ialah yang diucapkan yang disusunkan yang memberi faidah dengan memakai bahasa 'arab.
Maksudnya,kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaidah bagi orang yang mendengar atau yang diajak bicara.
Kalam menurut istilah para ahli ilmu Nahwu, ialah harus memenuhi empat syarat,yaitu:
1.اللفظ
فاللفظ هوالصوت المشتمل على بعض الحروف الهجا ئية
lafazh adalah suara ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyah
seperti lafazhزيد {Zaid}. Sesungguhnya lafazh Zaid adalah suara ucapan yang mengandung huruf Za,Ya dan Dal. Bila ucapan tidak mengandung sebagian huruf hijaiyah, seperti suara
genderang{termasuk pula suara Ayam,beduk,kaleng,petir,mesin,dan sebagainya}, maka tidak dinamakan lafazh. Dan ada pula sesuatu yang berfaidah namun menurut para ahli ilmu nahwu tidak di golongkan lafazh, seperti isyaroh,tulisan,surat keterangan dan bendera.
2.المركب
والمركب ماتركب من كلمتين فاكثر.
"Murokab adalah ucapan yang tersusun dari dua kalimat atau lebih"
seperti قام زيد {ki Zaid telah berdiri} زيدقائم {ki Zaid telah berdiri}
kedua contoh ini maksudnya sama tetapi susunannya berbeda. Contoh pertama terdiri dari fi'il dan fa'il dan setiap fa'il pasti dirofa'kan. Contoh kedua terdiri dari mubtada dan khabar. Setiap mubtada, pasti dirofa'kan karena menjadi permulaan bicara dan setiap khabar juga dirofa'kan karena mengikuti mubtada. {masalah mubtada dan khabar dijelaskan dalam bab tersendiri}.
3.المفيد
والمفيد ما افاد فائدة يحسن السكوت عليها من المتكلم والسامع.
Mufid adalah ungkafan yang memberikan pemahaman sehingga pembicara dan pendengarnya merasa puas.
seperti قام زيد {ki Zaid telah berdiri} زيدقائم {ki Zaid telah berdiri}
sesungguhnya kedua contoh ini memberikan pemahaman yang membuat pendengarnya perasa puas. Yaitu kepuasan mengenai berita berdirinya ki Zaid, karena pendengar ketika mendengar hal itu tidak menunggu lagi sesuatu lainnya yang menjadikan sempurnanya kalam dan pembicaranya sendiri merasa puas.
4.الوضع
{ mengandung arti, pengertian, maksud dan tujuan}.
Mengenai pengertian Wadla' ini ada dua penafsiran. Sebagian ahli ilmu nahwu menafsiri dengan{القصد=tujuan}.
Maksudnya adalah ucapan itu jelas yang di tuju, bukan sekedar ucapan. Karena itu ucapan yang tidak jelas tujuannya tidak termasuk wadla' seperti ucapan orang yng lagi tidur(mengigau) dll.
Sebagian lainnya menafsiri dengan{العربى=bahasa Arab}. Maksudnya harus berbahasa Arab. Ucapan yang bukan bahasa Arab {Ajam}, seperti bahasa turki, barbar, jerman, indonesia, jawa dll, menurut para ahli ilmu Nahwu tidak termasuk wadla' berarti juga tidak bisa disebut kalam.
Alhamdulilah bab awal dari kitab juru miyyah tentang pengertian kalam udah usai nanti di sambung lagi di posting berikutnya di bab yang selanjutnya...wslm fadil
Kamis, 31 Maret 2011
Jumlah malaikat pada diri manusia
Syekh Muhammad Al Kholiliy berkata: "Diriwayatkan bahwa Sayidina Utsman bin 'Affan RA bertanya kepada Nabi SAW: "Berapa malaikat yang ada pada seorang manusia?".
Lalu beliau bersabda: "Ada 20 malaikat, diantara mereka satu malaikat berada di sisi kananmu untuk mencatat kebaikan-kebaikanmu.Dan malaikat ini kepercayaan malaikat yang berada di sisi kirimu.
Apabila engkau berbuat satu kebaikan, maka ia menulis 10 kebaikan dan apabila engkau berbuat keburukan, maka malaikat yang berada di sisi kiri berkata kepada malaikat yang berada di sisi kanan:
"APAKAH AKU CATAT?"
Maka malaikat yang di sisi kanan berkata: "biarkan dia selama 7 jam, semoga saja ia bertobat"
Lalu apabila hamba itu tidak bertobat, maka malaikat di sisi kanan berkata: "Ya, tulislah, semoga Allah menyamankan kita dari hamba ini".
Adapun nama malaikat yang berada di sisi kanan adalah Roqib, yaitu malaikat yang mencatat segala kebaikan, dan nama malaikat yang di sisi kiri adalah 'Atid, yaitu malaikat yang mencatat berbagai perbuatan buruk.
Dan ada dua malaikat di hadapanmu dan di belakangmu.
Dan ada satu malaikat pengenggam atas ubun-ubunmu. Apabila engkau merendah hati karena Allah ta'ala, maka ditinggikanlah engkau, dan apabila engkau menyombongkan diri kepada Allah, maka Allah akan meruntuhkanmu.
Dan ada dua malaikat di atas dua bibirmu, kedua malaikat ini tidak akan menjaga dirimu, kecuali ucapan sholawat kepada Nabi SAW.
Dan ada satu malaikat di atas mulutmu, malaikat itu tidak akan membiarkan ular atau serangga masuk dalam mulutmu.
Dan ada dua malaikat di atas dua matamu,dan dikatakan: "sesungguhnya nama dua malaikat itu adalah Syawiyyah"
Maka mereka itu ada 10 malaikat yang ada pada setiap manusia.
Lalu turunlah malaikat malam menggantikan malaikat siang hari, maka mereka malaikat malam dan mereka malaikat siang hari berjumlah 20 malaikat atas setiap manusia".
"Dikutif dari kitab Qotrul Goits"
Lalu beliau bersabda: "Ada 20 malaikat, diantara mereka satu malaikat berada di sisi kananmu untuk mencatat kebaikan-kebaikanmu.Dan malaikat ini kepercayaan malaikat yang berada di sisi kirimu.
Apabila engkau berbuat satu kebaikan, maka ia menulis 10 kebaikan dan apabila engkau berbuat keburukan, maka malaikat yang berada di sisi kiri berkata kepada malaikat yang berada di sisi kanan:
"APAKAH AKU CATAT?"
Maka malaikat yang di sisi kanan berkata: "biarkan dia selama 7 jam, semoga saja ia bertobat"
Lalu apabila hamba itu tidak bertobat, maka malaikat di sisi kanan berkata: "Ya, tulislah, semoga Allah menyamankan kita dari hamba ini".
Adapun nama malaikat yang berada di sisi kanan adalah Roqib, yaitu malaikat yang mencatat segala kebaikan, dan nama malaikat yang di sisi kiri adalah 'Atid, yaitu malaikat yang mencatat berbagai perbuatan buruk.
Dan ada dua malaikat di hadapanmu dan di belakangmu.
Dan ada satu malaikat pengenggam atas ubun-ubunmu. Apabila engkau merendah hati karena Allah ta'ala, maka ditinggikanlah engkau, dan apabila engkau menyombongkan diri kepada Allah, maka Allah akan meruntuhkanmu.
Dan ada dua malaikat di atas dua bibirmu, kedua malaikat ini tidak akan menjaga dirimu, kecuali ucapan sholawat kepada Nabi SAW.
Dan ada satu malaikat di atas mulutmu, malaikat itu tidak akan membiarkan ular atau serangga masuk dalam mulutmu.
Dan ada dua malaikat di atas dua matamu,dan dikatakan: "sesungguhnya nama dua malaikat itu adalah Syawiyyah"
Maka mereka itu ada 10 malaikat yang ada pada setiap manusia.
Lalu turunlah malaikat malam menggantikan malaikat siang hari, maka mereka malaikat malam dan mereka malaikat siang hari berjumlah 20 malaikat atas setiap manusia".
"Dikutif dari kitab Qotrul Goits"
Selasa, 29 Maret 2011
Arti Iman
(Apabila dikatakan kepadamu :"Apa yang di maksud iman itu?")
yang merupakan cahaya dan hidayah dari Allah ta'ala.
(Maka jawabannya) hendaknya engkau katakan: (iman itu adalah simbolisasi dari ber-tauhid{pengesaan}.
Dan definisi tauhid itu menurut Ulama kalam {teologi} adalah:"Menunggalkan Zat yang di sembah dengan suatu Ibadah disertai meyakini keesaan-nya, baik dalam Zat nya, sifat-sifat-nya dan perbuatan-perbuatan-nya".
Dan dikatakan juga: "Tauhid adalah menyakini segala sesuatu yang wajib pada Allah dan Rosul-nya, dan segala yang Jaiz {serba mungkin} dan segala yang mustahil".
Adapun menurut Ulama ahli Tashowwuf,Tauhid adalah bahwa seseorang itu tidak melihat kecuali hanya kepada Allah ta'ala, dengan pengertian bahwa setiap perbuatan, pergerakan dan diam yang terjadi pada semua makhluk itu,maka itu adalah dari Allah ta'ala yang maha Esa, tidak ada sekutu bagi-nya".
Para ahli tashowwuf itu tidak melihat kepada selain Allah ta'ala,terhadap suatu perbuatan sama sekali.
Dan terkadang yang dimaksud dengan Iman itu adalah tanda-tandanya, seperti sabda nabi SAW kepada sekelompok orang dari bangsa Arab yang mendatangi beliau SAW: "Apakah kalian mengerti apa Iman kepada Allah ta'ala Yang Maha Esa itu?"
lalu mereka berkata: "Allah dan Rosul-nya yang lebih mengetahui".
Lalu Nabi SAW bersabda: "Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, dan menegakan sholat, dan menunaikan Zakat, dan puasa Romadhon dan hendaknya kalian memberikan dari ghonimah{rampasan perang} itu sebanyak seperlima{20%}.
"Di kutif dari kitab Qotrul Gois"
yang merupakan cahaya dan hidayah dari Allah ta'ala.
(Maka jawabannya) hendaknya engkau katakan: (iman itu adalah simbolisasi dari ber-tauhid{pengesaan}.
Dan definisi tauhid itu menurut Ulama kalam {teologi} adalah:"Menunggalkan Zat yang di sembah dengan suatu Ibadah disertai meyakini keesaan-nya, baik dalam Zat nya, sifat-sifat-nya dan perbuatan-perbuatan-nya".
Dan dikatakan juga: "Tauhid adalah menyakini segala sesuatu yang wajib pada Allah dan Rosul-nya, dan segala yang Jaiz {serba mungkin} dan segala yang mustahil".
Adapun menurut Ulama ahli Tashowwuf,Tauhid adalah bahwa seseorang itu tidak melihat kecuali hanya kepada Allah ta'ala, dengan pengertian bahwa setiap perbuatan, pergerakan dan diam yang terjadi pada semua makhluk itu,maka itu adalah dari Allah ta'ala yang maha Esa, tidak ada sekutu bagi-nya".
Para ahli tashowwuf itu tidak melihat kepada selain Allah ta'ala,terhadap suatu perbuatan sama sekali.
Dan terkadang yang dimaksud dengan Iman itu adalah tanda-tandanya, seperti sabda nabi SAW kepada sekelompok orang dari bangsa Arab yang mendatangi beliau SAW: "Apakah kalian mengerti apa Iman kepada Allah ta'ala Yang Maha Esa itu?"
lalu mereka berkata: "Allah dan Rosul-nya yang lebih mengetahui".
Lalu Nabi SAW bersabda: "Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, dan menegakan sholat, dan menunaikan Zakat, dan puasa Romadhon dan hendaknya kalian memberikan dari ghonimah{rampasan perang} itu sebanyak seperlima{20%}.
"Di kutif dari kitab Qotrul Gois"
Kitab-kitab Allah
( Apabila dikatakan kepadamu: "Berapa kitab yang telah diturunkan kepada para nabi-Nya?')yakni para Rosul-Nya.
(Maka jawabnya) hendaklah engkau berkata: " yaitu dalam satu riwayat ( ada 100 kitab dan empat kitab)
(Telah di turunkan oleh Allah dari kitab-kitab itu) yakni dari 104 kitab suci itu,(sepuluh kitab kepada)shofiyullah manusia pilihan Allah,bapak manusia yaitu(Nabi Adam AS,dan telah diturunkan oleh allah ta'ala dari kitab-kitab itu,50 kitab kepada Nabi Syits AS)
Arti Syits adalah karunia Allah,dan dikatakan oleh pendapat lain adalah pemberian Allah.
Nabi Syits adalah putra Nabi Adam dari shulbi beliau. Adalah Nabi syit termasuk putra nabi Adam yang paling tampan dan yang paling mulia diantara putra-putra beliau.
Nabi syits paling mirip dengan ayahnya ,dan yang paling cinta diantara putra-putra Nabi Adam kepada ayahnya.
Dan Nabi syits hidup selama 712 tahun.
( Dan telah di turunkan oleh Allah ta'ala dari kitab-kitab itu, 30 kitab kepada Nabi Idris) kakek dari ayah Nabi Nuh 'alaihis Salam.
Nabi Idris bernama Akhnukh atau khonukh. Dikatakan oleh satu pendapat: "beliau di namakan dengan Idris, karena banyaknya beliau mengkaji berbagai kitab".
Nabi idris adalah orang yang pertama menulis dengan pena, dan ahli dalam ilmu perbintangan dan perhitungan.Beliau adalah orang yang pertama menjahit pakaian-pakaian dan memakainya,dan adalah orang-orang sebelum beliau, mereka memakai berbagai kulit.Dan beliau adalah yang pertama membuat senjata dan berperang dengan orang kafir.
( dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala dari kitab-kitab itu, 10 kitab kepada Nabi Ibrohim AS )
Dikatakan (oleh satu pendapat): "Sesungguh di dalam shuhuf {lembaran-lembaran} terdapat kalimat berikut ini:"selayaknya bagi orang yang berakal hendaknya keadaannya sebagai penjaga lidahnya, mengerti dengan zamannya,lagi menghadapi kepentingannya".
( dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Injil) dengan lengkap kepada Nabi Isa putra Maryam 'alaihis salam,dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Taurot dengan utuh kepada nabi Musa putera 'Imron 'alaihis salam.
Sebagian ulama berkata:"Taurot dan Injil adalah dua nama kitab berbahasa Ibraniy". Dan dikatakan oleh satu pendapat, keduanya berbahasa Suryani seperti kitab Zabur.
Dikatakan oleh satu pendapat:"Taurot dinamakan dengan sebutan itu, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat suatu Cahaya yang mana seseorang dapat keluar dari kesesatan kepada petunjuk, sebagai mana ia dapat keluar dengan Cahaya api dari kegelapan menuju terang".
Dan dikatakan oleh satu pendapat: "Dinamakan dengan Taurot itu karena sesungguhnya kebanyakan isinya adalah catatan-catatan penting dan sindiran-sindiran {Ironi}".
Sebagian Ulama berkata:"Dinamakan injil dengan sebutan itu, karena sesungguhnya didalamnya terdapat perluasan yang tidak ada di dalam kitab Taurot. Sebab ada sesuatu yang di halalkan di dalam kitab Injil, yang adanya diharamkan di dalam kitab Taurot".
Dan dikatakan oleh satu pendapat:"dinamakan dengan Injil itu, karena kitab Injil mengeluarkan intisari Cahaya kitab Taurot".
(dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Zabur kepada Nabi Daud bin Isya a'laihis Salam)
Isya termasuk diantara para pengikut Nabi Musa, dan beliau hidup setelah Nabi Musa Wafat dengan masa yang sangat lama.
(Dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Al Qur'an) secara berangsur lagi terpisah-pisah dalam waktu 23 tahun, setelah itu Al Qur'an itu di tuliskan dalam lembaran-lembaran.
Dan Al Qur'an diturunkan secara sekaligus di malam Qodar di Baitul izzah {rumah mulia} yaitu satu tempat di langit dunia.
Dan dinamakan Al Qur'an dengan Al Furqon{pembeda/pemisah} karena Al Qur'an membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Dan karena adanya secara berangsur dan terpisah-pisah dalam tahun-tahun yang banyak.
Dinamakan dengan Al Qur'an, karena sesungguhnya Al Qur'an menempati kedudukan kitab Taurot,Injil,dan Zabur dalam hal banyak di baca.
(kepada Nabi Muhammad, yang dipilih) lagi yang terpilih,SAW.
Nabi Muhammad adalah putera Abdulloh bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murroh bin Ka'ab bin Luaw bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Nadhor bin Kinanah bin khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhorr bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.
{Adnan} termasuk di antara anak-anak baginda kita Nabi Isma'il AS putera Nabi Ibrohim AS.
Keterangan mengenai kitab-kitab tersebut merupakan hadits yang diriwayatkan dari Sayidina Ubay bin Ka'ab, bahwasanya beliau bertanya kepada Rosululloh SAW: "Berapa kitab yang telah diturunkan oleh Allah ta'ala?".
Lalu beliau bersabda: "Ada 104 kitab,darinya{diturunkan} kepada Nabi Adam sebanyak 10 shuhuf,dan kepada Nabi Syits 50 shohifah{lembar}, dan kepada Nabi Akhnukh yaitu Nabi Idris 30 shohifah, dan kepada Nabi Ibrohim 10 shohaif{ lembaran-lembaran}, dan kitab Taurot,Injil,Zabur dan Al Furqon".
"Di kutif dari kitab Qotrul Goits"
(Maka jawabnya) hendaklah engkau berkata: " yaitu dalam satu riwayat ( ada 100 kitab dan empat kitab)
(Telah di turunkan oleh Allah dari kitab-kitab itu) yakni dari 104 kitab suci itu,(sepuluh kitab kepada)shofiyullah manusia pilihan Allah,bapak manusia yaitu(Nabi Adam AS,dan telah diturunkan oleh allah ta'ala dari kitab-kitab itu,50 kitab kepada Nabi Syits AS)
Arti Syits adalah karunia Allah,dan dikatakan oleh pendapat lain adalah pemberian Allah.
Nabi Syits adalah putra Nabi Adam dari shulbi beliau. Adalah Nabi syit termasuk putra nabi Adam yang paling tampan dan yang paling mulia diantara putra-putra beliau.
Nabi syits paling mirip dengan ayahnya ,dan yang paling cinta diantara putra-putra Nabi Adam kepada ayahnya.
Dan Nabi syits hidup selama 712 tahun.
( Dan telah di turunkan oleh Allah ta'ala dari kitab-kitab itu, 30 kitab kepada Nabi Idris) kakek dari ayah Nabi Nuh 'alaihis Salam.
Nabi Idris bernama Akhnukh atau khonukh. Dikatakan oleh satu pendapat: "beliau di namakan dengan Idris, karena banyaknya beliau mengkaji berbagai kitab".
Nabi idris adalah orang yang pertama menulis dengan pena, dan ahli dalam ilmu perbintangan dan perhitungan.Beliau adalah orang yang pertama menjahit pakaian-pakaian dan memakainya,dan adalah orang-orang sebelum beliau, mereka memakai berbagai kulit.Dan beliau adalah yang pertama membuat senjata dan berperang dengan orang kafir.
( dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala dari kitab-kitab itu, 10 kitab kepada Nabi Ibrohim AS )
Dikatakan (oleh satu pendapat): "Sesungguh di dalam shuhuf {lembaran-lembaran} terdapat kalimat berikut ini:"selayaknya bagi orang yang berakal hendaknya keadaannya sebagai penjaga lidahnya, mengerti dengan zamannya,lagi menghadapi kepentingannya".
( dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Injil) dengan lengkap kepada Nabi Isa putra Maryam 'alaihis salam,dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Taurot dengan utuh kepada nabi Musa putera 'Imron 'alaihis salam.
Sebagian ulama berkata:"Taurot dan Injil adalah dua nama kitab berbahasa Ibraniy". Dan dikatakan oleh satu pendapat, keduanya berbahasa Suryani seperti kitab Zabur.
Dikatakan oleh satu pendapat:"Taurot dinamakan dengan sebutan itu, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat suatu Cahaya yang mana seseorang dapat keluar dari kesesatan kepada petunjuk, sebagai mana ia dapat keluar dengan Cahaya api dari kegelapan menuju terang".
Dan dikatakan oleh satu pendapat: "Dinamakan dengan Taurot itu karena sesungguhnya kebanyakan isinya adalah catatan-catatan penting dan sindiran-sindiran {Ironi}".
Sebagian Ulama berkata:"Dinamakan injil dengan sebutan itu, karena sesungguhnya didalamnya terdapat perluasan yang tidak ada di dalam kitab Taurot. Sebab ada sesuatu yang di halalkan di dalam kitab Injil, yang adanya diharamkan di dalam kitab Taurot".
Dan dikatakan oleh satu pendapat:"dinamakan dengan Injil itu, karena kitab Injil mengeluarkan intisari Cahaya kitab Taurot".
(dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Zabur kepada Nabi Daud bin Isya a'laihis Salam)
Isya termasuk diantara para pengikut Nabi Musa, dan beliau hidup setelah Nabi Musa Wafat dengan masa yang sangat lama.
(Dan telah diturunkan oleh Allah ta'ala kitab Al Qur'an) secara berangsur lagi terpisah-pisah dalam waktu 23 tahun, setelah itu Al Qur'an itu di tuliskan dalam lembaran-lembaran.
Dan Al Qur'an diturunkan secara sekaligus di malam Qodar di Baitul izzah {rumah mulia} yaitu satu tempat di langit dunia.
Dan dinamakan Al Qur'an dengan Al Furqon{pembeda/pemisah} karena Al Qur'an membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Dan karena adanya secara berangsur dan terpisah-pisah dalam tahun-tahun yang banyak.
Dinamakan dengan Al Qur'an, karena sesungguhnya Al Qur'an menempati kedudukan kitab Taurot,Injil,dan Zabur dalam hal banyak di baca.
(kepada Nabi Muhammad, yang dipilih) lagi yang terpilih,SAW.
Nabi Muhammad adalah putera Abdulloh bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushoy bin Kilab bin Murroh bin Ka'ab bin Luaw bin Gholib bin Fihr bin Malik bin Nadhor bin Kinanah bin khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhorr bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan.
{Adnan} termasuk di antara anak-anak baginda kita Nabi Isma'il AS putera Nabi Ibrohim AS.
Keterangan mengenai kitab-kitab tersebut merupakan hadits yang diriwayatkan dari Sayidina Ubay bin Ka'ab, bahwasanya beliau bertanya kepada Rosululloh SAW: "Berapa kitab yang telah diturunkan oleh Allah ta'ala?".
Lalu beliau bersabda: "Ada 104 kitab,darinya{diturunkan} kepada Nabi Adam sebanyak 10 shuhuf,dan kepada Nabi Syits 50 shohifah{lembar}, dan kepada Nabi Akhnukh yaitu Nabi Idris 30 shohifah, dan kepada Nabi Ibrohim 10 shohaif{ lembaran-lembaran}, dan kitab Taurot,Injil,Zabur dan Al Furqon".
"Di kutif dari kitab Qotrul Goits"
Jumat, 25 Maret 2011
MISI DAN MAULID NABI
Tradisi memperingati maulid Nabi Muhammad saw pada masyarakat kita biasanya berlangsung selama dua bulan,Rabiul Awal dan Rabiul akhir.Momentum yang penting ini tentu saja harus kita jadikan sebagai upaya untuk menyegarkan kembali pemahaman dan ingatan kita akan misi khusus yang di laksanakan oleh Nabi Muhammad dan nabi-nabi sebelumnya.dengan demikian,sayang sekali kalau peringatan Maulid itu hanya sekedar rutinitas belaka,tanpa makna yang dalam dan pengaruh baik dan besar.
Di dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat yang menyebutkan tentang Rasul dengan berbagai aspeknya.Salah satu aspek yang di sebutkan adalah tentang misi yang di emban para Rasul.pemahaman tentang misi ini menjadi sesuatu yang sangat penting agar kita menyadari bahwa diutusnya Rasul saw di muka bumi ini memang menjadi kebutuhan manusia.Tugas manusia di muka bumi ini pada hakikatnya hanya untuk beribadah kepada Allah swt dalam berbagai aspek kehidupan.untuk bisa melaksanakan tugas ini,di perlukan seorang yang menyampaikan ajaran dari Allah swt itu.
MISI RASUL
1.memperkenalkan dan menyembah Allah swt.
Manusia yang lemah sangat membutuhkan penyembahan pada yang maha kuat,karena itu kepada manusia sangat penting di perkenalkan tentang tuhan yang maha kuasa itu sehingga manusia menyembah kepada tuhan yang benar.Bila tidak,maka manusia akan mencari sendiri tuhan itu dan sangat banyak manusia yang akhirnya tidak menemukan tuhan yang benar(na'udzubilahimindzalik).
Karena itu Allah swt mengutus para Rasul dari Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw guna memperkenalkan kepada manusia bahwa sesungguhnya yang berkuasa di dunia ini dan di akhirat nanti adalah ALLAH SWT,karenanya setiap orang harus menghambakan diri kepadanya,Allah swt berfirman:Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu,melainkan kami wahyukan kepadanya,"bahwasanya tidak ada tuhan (yang benar)melainkan Aku,maka sembahlah olehmu sekalian akan aku(QS Al Anbiya [21]:25).
Akhirnya menjadi semakin kita sadari bahwa perjuangan Rasul memang harus kita lanjutkan dan siapa lagi yang harus melanjutkan kalau bukan kita yang beriman kepadanya.insya allah akan
Dilanjutkan di makalah berikutnya wasalam..fadil
Di dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat yang menyebutkan tentang Rasul dengan berbagai aspeknya.Salah satu aspek yang di sebutkan adalah tentang misi yang di emban para Rasul.pemahaman tentang misi ini menjadi sesuatu yang sangat penting agar kita menyadari bahwa diutusnya Rasul saw di muka bumi ini memang menjadi kebutuhan manusia.Tugas manusia di muka bumi ini pada hakikatnya hanya untuk beribadah kepada Allah swt dalam berbagai aspek kehidupan.untuk bisa melaksanakan tugas ini,di perlukan seorang yang menyampaikan ajaran dari Allah swt itu.
MISI RASUL
1.memperkenalkan dan menyembah Allah swt.
Manusia yang lemah sangat membutuhkan penyembahan pada yang maha kuat,karena itu kepada manusia sangat penting di perkenalkan tentang tuhan yang maha kuasa itu sehingga manusia menyembah kepada tuhan yang benar.Bila tidak,maka manusia akan mencari sendiri tuhan itu dan sangat banyak manusia yang akhirnya tidak menemukan tuhan yang benar(na'udzubilahimindzalik).
Karena itu Allah swt mengutus para Rasul dari Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw guna memperkenalkan kepada manusia bahwa sesungguhnya yang berkuasa di dunia ini dan di akhirat nanti adalah ALLAH SWT,karenanya setiap orang harus menghambakan diri kepadanya,Allah swt berfirman:Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu,melainkan kami wahyukan kepadanya,"bahwasanya tidak ada tuhan (yang benar)melainkan Aku,maka sembahlah olehmu sekalian akan aku(QS Al Anbiya [21]:25).
Akhirnya menjadi semakin kita sadari bahwa perjuangan Rasul memang harus kita lanjutkan dan siapa lagi yang harus melanjutkan kalau bukan kita yang beriman kepadanya.insya allah akan
Dilanjutkan di makalah berikutnya wasalam..fadil
Kamis, 24 Maret 2011
Langganan:
Postingan (Atom)